ENREKANG, 9 September 2026 – Dalam rangka mengakselerasi kinerja satuan kerja sekaligus mendorong optimalisasi penyerapan anggaran, Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Sulawesi Selatan, Ridwan, memimpin langsung kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kinerja di Kantor Pertanahan Kabupaten Enrekang, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan tersebut turut didampingi jajaran struktural Bagian Tata Usaha Kanwil BPN Provinsi Sulawesi Selatan, di antaranya Kepala Subbagian Hukum, Kepegawaian dan Organisasi serta Kepala Subbagian Umum dan Hubungan Masyarakat. Hadir pula Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Enrekang, Erny, bersama jajaran Kantor Pertanahan Kabupaten Enrekang.
Monitoring dan evaluasi ini menjadi bagian dari upaya Kanwil BPN Sulsel dalam memastikan pelaksanaan program dan kegiatan berjalan sesuai target, baik dari sisi capaian kinerja maupun realisasi anggaran. Evaluasi dilakukan secara langsung untuk mengidentifikasi kendala yang masih dihadapi sekaligus merumuskan langkah percepatan yang dapat segera dilakukan.
Salah satu fokus utama dalam Monev kali ini adalah progres penyerapan anggaran Kantor Pertanahan Kabupaten Enrekang. Berdasarkan hasil evaluasi, realisasi penyerapan anggaran saat ini berada pada kisaran 65 persen. Kondisi tersebut menjadi perhatian untuk segera ditindaklanjuti mengingat pentingnya optimalisasi penggunaan anggaran dalam mendukung pencapaian target program kerja.
Dalam arahannya, Ridwan menegaskan perlunya langkah cepat dan terukur untuk meningkatkan realisasi penyerapan anggaran. Ia mendorong seluruh jajaran Kantah Enrekang untuk segera menyelesaikan berbagai kelengkapan administrasi yang masih diperlukan.
“Kita harus realistis dan bergerak cepat. Target kita untuk minggu ini adalah mendorong penyerapan anggaran Kantah Enrekang agar bisa menembus angka 70 persen. Saya minta seluruh jajaran segera menuntaskan kelengkapan dokumen dan evidence kegiatan, karena itulah kunci untuk mempercepat proses pencairan,” tegas Ridwan.
Menurutnya, optimalisasi penyerapan anggaran harus tetap berjalan seiring dengan tertib administrasi dan akuntabilitas. Setiap pelaksanaan kegiatan perlu didukung dengan dokumen pertanggungjawaban yang lengkap sehingga proses administrasi dapat berjalan lebih efektif dan tidak menjadi hambatan dalam pencapaian target.
Selain membahas realisasi anggaran, Monev juga menjadi momentum untuk mengevaluasi capaian kinerja secara menyeluruh. Berbagai kendala yang ditemukan di lapangan dibahas bersama untuk memperoleh solusi dan memastikan setiap kegiatan yang telah direncanakan dapat dilaksanakan sesuai dengan target yang ditetapkan.
Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Enrekang, Erny, menyampaikan kesiapan jajarannya untuk menindaklanjuti hasil evaluasi dan memperkuat koordinasi antarseksi. Menurutnya, percepatan penyelesaian administrasi akan menjadi salah satu langkah yang segera dilakukan untuk mendukung pencapaian target penyerapan anggaran.
“Ini bukan tugas yang sulit, mengingat banyak kegiatan yang secara fisik sudah berjalan. Tinggal masalah administrasi dan pertanggungjawaban yang harus segera diselesaikan,” ujar Erny.
Dalam kesempatan tersebut, jajaran Kantah Enrekang juga didorong untuk menjaga ritme kerja dan meningkatkan koordinasi dalam menyelesaikan target yang masih tersisa. Sinergi antara unsur pimpinan dan seluruh pegawai menjadi faktor penting agar setiap program dapat berjalan secara efektif, efisien, dan akuntabel.
Melalui kegiatan Monev ini, Kanwil BPN Provinsi Sulawesi Selatan berharap Kantor Pertanahan Kabupaten Enrekang dapat segera menindaklanjuti hasil evaluasi, khususnya dalam mempercepat penyelesaian administrasi dan meningkatkan realisasi penyerapan anggaran hingga mencapai target yang telah ditetapkan.
Monitoring dan evaluasi secara langsung juga diharapkan dapat menjadi sarana penguatan pembinaan serta memastikan seluruh sumber daya organisasi dimanfaatkan secara optimal dalam mendukung pelaksanaan program pertanahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Dengan kerja sama, koordinasi, dan komitmen seluruh jajaran, Kantah Enrekang diharapkan mampu meningkatkan capaian kinerja sekaligus menjaga kualitas pelayanan pertanahan secara berkelanjutan.


Comment